Tugas Dogmatika 3

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Dosen              : Hendi Wijaya Ss.

M.K                 : Dokmatika 3

Tugas               : Ke-4

Nilai                : 95

Pemberian Allah = Anugerah Allah

Synergy = Anugerah +iman à keselamatan

Iman à kehendak Allah + Anugerah à Injil

ketika Anugerah itu datang, manusia harus punya respon yaitu memegang tangga itu dan menaikinya. Respon itu adalah iman. Kalau tangga itu tidak dipegang maka tidak akan selamat. Ada kerja sama anatara ALlah dan manusia sehingga mendatangkan keselamatan. Efesus 2:8 à Anugerah itu bukan hasil usaha manusia. Walaupun didalam ada iman tetap itu bukan hasil usaha. Jadi ketika kita bisa menaiki tangga itu maka bukanlah hasil usaha tetapi pemberian Allah. Synergy itu adalah kemurnia Allah, jadi anugerah tambah iman itu semua adalah pemberian Allah. ketika manusia bisa beriman maka imannnya itu juga adalah pemberian Allah. Ketika itu adalah pemberian Allah maka ada kehendak bebas maka kehendak itu yang dipimpin oleh kristus oleh iman.

Roma 10:14 à jika tidak ada orang yang memberitakan injil maka kebenaran itu tidak tersebar diseluruh dunia. Oleh iman timbul dari pendengaran. Ketika orang mendengar injil maka anugerah itu masuk. Orang percaya Kristus bukan semata-mata kerena kehendak bebas tetapi ada Roh Kudus yang masuk (anugerah). Kehendak bebaslah yang memutuskan percaya atau tidak, Allah tidak pernah memaksa tetapi oleh kepercayaan sendiri. Kalau hanya kehendak bebas maka tidak ada anugerah, tetapi ketika anugerah itu memberitakan injil maka anugerah itu masuk. Kita bisa beriman bukan semata-mata karena kehendak bebas tetapi pemberian Allah. ketika kita memberitakan injil maka Roh Kuduslah yang bekerja.

Efesus 2:8 à bukan berarti kalau tidak ada iman anugerah itu tidak ada, anugerah didapatkan oleh semua orang karena kasih Allah yang besar dan diberikannya kepada semua orang, namun yang menentukan untuk dapat selamat adalah dengan iman. Manusia harus tetap bersinergy dengan Allah karena kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Kalau tidak ada yang memberitakan injil maka tidak ada yang kenal Kristus. Ada anugerah harus bekerja sama dengan iman. Allah baru bisa menyelamatkan kita kalau kita memiliki iman. Anugerah itu tidak pernah melukai kehendak bebas kita, Allah yang berinisiatif dan manusia yang menerimanya yaitu anugerah Allah. Keselamatan itu adalah anugerah Allah walaupun ada peperangan. Tanpa anugerah Allah kita tidak dapat mengerjakan apa-apa dan tanpa kerja sama kita anugerah Allah itu sia-sia artinya walaupun ada anugerah tetapi kalau tidak ada iman maka sia-sia. Keselamatan itu adalah hasil dari penyatuan dua faktor yaitu iman dan anugerah. Apa yang Allah kerjakan itu adalah untuk makhluk ciptaannya tetapi respon manusia itu juga menentukan. Didalam iman itu juga pemberian Allah bukan didadapat semata-mata, dan begitu merespon iman itu, maka akan mendapat keselamatan.

Allah tidak pernah memaksa siapapun untuk percaya kepada Dia tetapi ditentukan oleh kehendak diri sendiri. Tanpa anugerah Allah maka kita tidak sanggup melakukan pekerjaan baik, seperti Paulus mengatakan aku ada seperti aku sekarang oleh karena anugerah Allah bukan oleh karena diri saya sendiri tetapi karena Allah. Kita tidak hanya memegang tangga itu tetapi harus manjat dengan erat sampai melihat terang. Yohanes 15:5 = pokok  + ranting-ranting = buah

synergy  = tinggal didalam Kristus + Kristus didalam aku àberbuah sesuatu = menghasilkan buah

Kalau ada pohon maka harus ada didalam Kristus. Pohon itu adalah Allah sendiri dan rantingnya adalah kita yang menempel dan menghasilkan buah. Kita harus tinggal didalam Kristus supaya dapat berbuah. Walaupun kita tinggal didalam Kristus kalau tidak berbuat sesuatu maka sia-sia. Buah atau hasil adalah buah hasil dari kita menempel didalam Kristus, buah itu ada di ranting begitu juga kita harus berbuah sesuatu. Synergi menghasilkan buah/hasilnya. dihidup ini ketika kita mau menghasilkan buah maka kita harus bersinergy dengan Allah tetapi itu tidak cukup maka kita harus berbuat sesuatu.

Alkitab mengajarkan kita bukan menjadi manusia baik tetapi menjadi manusia baru (manusia ilahi) serupa dengan Kristus atau anak-anak Allah, kalau kita anak-anak Allah maka kita terang sama seperti Allah 1 Yohanes 3:2.Senergi itu akan mendatangkan kita menjadi manusia ilahi.

Senergy àkarya Roh Kudus + karya Manusia ilahi

Manusia ilahi itu orang-orang yang penuh kasih, sukacita, damai sejahtera, lemah lembut dan lain-lain.

Paskah

Paskah itu sentral dari kekristena. Tidak ada iman maka tidak ada Persiapan. dalam menjelang paskah ada beberapa yang perlu dipersiapkan yaitu perjalanan spiritual. Kalau kita sudah kembali kepada Bapa maka kita harus menjadi bangsa domba yang harus menghasilkan buah (kasih). Apa bedanya bangsa domba dengan bangsa kambing? yaitu bangsa domba mengasihi dengan tidak memandang muka tetapi bangsa kambing mengasihi dengan memandang muka. Setelah bertobat maka haruslah hidup dalam kasih

Minggu ke empat Matius 6:14-21

sebab barang siapa mengampuni orang bapamu yang disorga akan mengampuni engkau.

Pertobatan à  kembali kepada Bapa à kasih àpengampunan sesama

kerendahan hatià hidup baru à(Allah – sesama)àbelajar untuk menjadi sama seperti Allah

Allah mengampuni dosa kita

Jika kamu mengampuni kesalahan maka Bapa yang disorga juga mengampuni kamu. Sebab Alah sudah mengampuni dosa kita maka kita juga harus mengampuni seperti Allah kepada sesama. Kalau kita tidak mengampuni sesama maka kita juga tidak diampuni oleh Allah. Mengampuni sesama wajib kita lakukan sebab Allah sudah lebih dulu mengampuni kita. Tanpa ada pengampunan tidak mungkin ada kehidupan yang baru apalagi kasih, kalau tidak ada pengampunan maka kehidupan kita kembali hidup dalam dosa karena ketika kita mengampuni maka kita hidup dalam kasih. Pengampunan terhadapat sesama ini kita belajar sama seperti Allah.

Pengampunan itu intinya adalah kasih kalau kita bisa mengampuni maka kita sama seperti Allah maka ada kasih Efesus 4:32 mengapa kita harus mengampuni? sebab kita mau belajar seperti Allah. mengapa harus seperti Allah karena Allah sudah terlebih dahulu mengasihi kita artinya mengampuni dosa kita maka kita sama seperti manusia ilahi. Kalau kita mengampuni maka itu membuktikan bahwa kasih Allah ada didalam kita, karena kita sudah mengalami kasih Allah artinya kita dapat kasih Allah. Sekarang kita harus membagikan kasih Allah itu dengan cara mengampuni sesama kita. Pengampunan sasama ini menunjukkan bahwa kita memiliki kasih Allah.

Kolose 3:13 à ketika didalam pengampunan ini maka Rasul Paulus mengajarkan untuk sabar kepada orang lain sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu. Dalam kasih harus ada pengampunan dan kesabaran. Ketika kita mengampuni orang itu maka kita harus sudah punya kesabaran, kerendahan hati, belas kasihan, kelemah lembutan dan lain-lain, ketika kita sudah memiliki itu maka itu menjadi modal kita untuk bisa mengampuni. Jadi ketika kita mengampuni sesama maka kita sudah mempunyai sifat-sifat ilahi sama seperti Allah.

Aplikasinya buat saya adalah mengajarkan saya untuk mampu mengampuni orang yang bersalah, karena Allah sudah lebih dulu mengampuni saya. Ketika saya tidak dapat mengampuni orang yang bersalah maka pengampunan dari Allah tidak saya dapatkan. Mulai sekarang saya mau mengampuni sesama dan mengasihi mereka sama seperti Kristus yang telah rela mati untuk saya.

Iklan

Tugas Sipnotik PB Roma/Filipi

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Tugas               : Ke-4

M.k                  : Sipnotik (Tafsiran PB Roma/Filipi)

Nilai                : 97

Buah Roh

  • Ranting Roh
  • Pohon Roh
  • Akar Roh àBenih roh à Lahir dari Allah

Lahir dari Allah

              Inisiatif ilahi (anugerah) maka harus direspon oleh iman. Iman kerja dari kasih, maka bila tangga itu diturunkan maka harus direspon dengan iman. Benih ilahi itu adalah sinergy oleh iman 1 Yohanes 3:9 lahir dari Roh dan air, Roh itu adalah karya Roh Kudus dan air itu adalah Baptisan (perkawinan) penyatuan 2 benih. Lahir dari Roh dan air maka akan melahirkan benih. Dari benih maka harus jadi akar, untuk menjadi akar maka harus menjalani proses mati. Maka dari benih akan berubah menjadi akar Yohanes 12:24 menghasilkan banyak buah kalau bijinya jatuh ke tanah. Yesus itu mesti mati supaya menghasilkan banyak buah, begitu juga kita sebagai hamba Tuhan maka kita harus mati sebagai biji. Proses kematina ini adalah yang disebut dengan mematikan keinginan daging. Yesus mati dengan cara penyalipan, begitu juga dengan kita, kita harus menyalipkan keinginan daging. Penyalipan itu untuk mematikan pikiran jahat, keinginan daging dan dosa-dosa lain.

              Pertobatan itu adalah penyalipan mematikan keinginan daging yang harus dikerjakan setiap hari. Kalau tidak ada pertobatan maka tidak akan menghasilkan akar artinya menyalipkan keinginan daging. Yohanes 15:4,6 à Mengapa ranting harus dipotong dan dibuang? karena tidak menghasilkan buah. Perjalanan orang Kristen tidak hanya berhenti menjadi benih ilahi tetapi harus menjadi benih berakar, bertumbuh dan menghasilkan buah. Kristus itu diibaratkan seperti tanah yang menyediakan makan. Kita harus bertumbuh didalam Kristus bukan di dalam air. Kalau kita diluar Roh Kudus maka tidak ada kehidupan.

            Apa artinya menjadi pohon dan menjadi ranting? Kristuslah yang menjadi pohon kita yaitu tempat dimana kita bersandar dan kitalah yang menjadi rantingnya. Berada didalam Alllah maka kita tidak pernah kekurangan apapun dan kita menjadi hidup oleh kuasa Allah. Sebaliknya berada diluar Allah maka akan mati artinya tidak ada pertumbuhan seperti ranting yang lepas dari pohon maka akan mati.

Matius 25 tentang perumpamaan

4 persiapan yang perlu u ntuk dilakukan oleh setiap orang yaitu:

  1. Minggu orang Farisi dan pemungut cukai (kita melihat dosa kita lalu bertobat)
  2. Minggu anak yang hilang
  3. Minggu penghakiman akhir
  4. Minggu pengampunan dosa

Orang Farisi dan pemungut cukai

Jalan untuk masuk dalam pertobatan adalah rendah hati bukan kata-kata seperti orang Farisi tetapi kerendahan hati seorang pemungut cukai. Apa yang dilakukan orang-orang Farisi? orang Farisi bukan hanya melakukan yang jahat juga melakukan perbuatan yang baik. Dia merasa paling hebat ia tidak mau bertobat tetapi ada tinggi hati padahal dimata Tuhan semua manusia sudah berdosa. Orang Farisi melihat dirinya orang yang sangat baik tidak ada dosa. Kontarsnya seorang pemungut cukai. Ia melihat dirinya sebagai orang berdosa, maka ia bertobat. Orang pemungut cukai itu adalah bagaimana kita melihat dosa kita dan merendahkan diri dihadapan Allah dan bertobat.

Anak yang hilang Lukas 15:11-32

Yang terjadi kepada anak sulung itu adalah mati dan kembali lagi. Ini mengajarkan bahwa kasih Bapa yang tak terbatas dan tanpa melihat kesalahan anaknya. Pertobatan itu harus masuk kepada Allah sehingga anak yang hilang itu kembali kepada Bapa. Bapa itu tidak melihat dosanya, itu adalah bukti kasih yang tidak melihat dosa anaknya itu tetapi ia menerima kembali. Kasih Bapa itu selalu melihat pada jiwa orang itu, melihat pribadi orang itu bukan melihat dosa. Kasih itu melihat pribadinya tidak melihat dosanya. Kita harus kembali sebab ada Bapa yang selalu menunggu. Begitu kita kembali Allah itu bersukacita. Minggu kedua itu mengajarkan kita untuk kembali. Kalau kita kembali ada kasih Allah yang selalu menunggu.

Minggu Penghakiman Akhir

Matius 25:31-46

Apa maksud dari cerita ini? ini adalah perumpamaan tentang penghakiman bagi manusia. Penghakiman itu sama dengan pemisahan antara domba dan kambing, domba disebelah kanan dan kambing disebelah kiri. Yang mendapat kerajaan Allah itu adalah domba. Yang disebelah kiri akan mendapat penghakiman. Domba itu melakukan perintah Allah (ketaatan) sedangkan yang kiri melawan perintah Allah (tidak taat). ayat 35 Raja itu mengalami haus, sakit dan lain-lain. Raja ini menghadapi berbagai penderitaan, ayat 45 kasih adalah kasih yang tanpa kondisioner. Penghakiman akhir ini berbicara tantang kasih apakh masuk sorga atau neraka. Kasih itu adalah buah Roh dengan dibuktikan dengan iman itu adalah dasar dari penghakiman.

Kasih yang dituntun oleh Allah adalah kasih yang tidak melihat muka atau kasih yang tidak memandang muka itulah kasih yang hidup. Yakobus 2:1- kita harus bedakan kasih kita dengan kasih dunia. Dunia mangasihi dengan mengharapkan imbalan tetapi kita mengasihi seperti Allah mengasihi kita. Orang yang mengasihi Allah itu adalah menjadi ahli waris surga. Bangsa kambing ini melihat muka. Kalau kamu memandang muka maka kamu melakukan dosa. Walaupun ia mengasihi tetapi ia memandang muka, itu berarti melakukan yang satu dan melalaikan yang lain. Kasih yang tidak memandang muka adalah kasih yang dilakukan kepada Allah sehingga tidak mengharapkan imbalan karena ia tulus melakukannya. Itulah sebabnya bangsa kambing itu mendapat penghakiman.

Matius ini mengajarkan tenatng penghakiman dimana kasih menjadi dasar dari penghakiman. Kasih disini adalah kasih yang tidak memandang muka itulah kasih kepada Allah. Orang yang mengasihi Allah di dalam Yakobus 2 ia yang mewarisi kerajaan sorga. Minggu ketiga itu adalah kasih.

  1. Melihat dosa dan bertobat
  2. kembali kepada Allah
  3. Mengasihi Allah maka kita mengasihi sesama 1 Korintus 8:8, Matius 25, Yakobus 2,

1 Yohanes 3:18 kasih itu bukan hanya perkataan tetapi disertai dengan perbuatan. Kasih itu tidak membenci 1 Yohanes 3:11,12 kebencian itu menimbulkan kebinasaan. Kalau mengasihi harus dengan perbuatan. Kasih memimpin kepada kasih

Tugas Yunani 2

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Dosen              : Hendi Wijaya Ss.

M.K                 : Yunani 2

Tugas               : Ke- 1

Nilai                : 95

Markus 12:29-31

Mengunakan langkah-langkah yang sudah diajarkan

  1. Terjemahan Literal

Dijawa Yesus, bahwa perintah pertama adalah dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan Allah adalah Esa, dan Kasihilah Tuhan, Allahmu, dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu, dan kekuatanmu. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti dirimu sendiri, tidak ada perintah lain daripada perintah ini.

Poin-poin Sintaksis = (Comprehension (olah data)

  1. Yesus menjawab apa itu perintah pertama
  2. perintah pertama adalah
    1. Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan adalah Esa
    1. Kasihilah Tuhan, Allahmu dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu dan kekuatanmu
  1. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.
  2. Dua perintah di atas adalah yang paling utama.
  3. Poin-poin Semantin
  1. Yesus sendiri yang memberi jawaban apa itu perintah pertama sehingga perintah pertama adalah kebenaran.
  2. Perintah pertama berarti perintah yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mengerjakan perintah-perintah lain.
  3. Yesus memerintahkan supaya bangsa Israel mengerti bahwa Allah itu Esa
  4. Setelah mengerti atu mengenal Allah itu Esa dilanjutkan dengan perintah mengasihi Allah yang Esa itu dari segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan bangsa Israel.
  5. Mengenal dan mengasihi Allah adalah satu kesatuan yang utuh
  6. Kata “Tuhan”dan “Allah” itu menunjuk pada entitas yang sama yaitu Allah Bapa. Pada perkembangannya kata “Tuhan” menunjuk pada Yesus Kristus sehingga mengenal mengasihi kristus sama artinya mengenal dan mengasihi Allah atau mengenal mengasihi Allah Bapa sama artinya menegenal dan mengasihi Kristus.
  7. Tidak mengenal Kristus berarti tidak mengenal Allah
  8. Mengasihi Allah itu harus bersumber dari dalam yaitu hati, jiwa, dan pikiran manusia yang terpancar keluar dalam wujud kekuatan atau energy atau daya manusia yang kita sebut sebagai terang.
  9. Mengasihi Allah menghasilkan hidup yang terang sebab kasi itulah berwujud terang
  10. Hidup terang itu berarti hati, jiwa, pikiran yang mengalami terang (batin mengalami terang ) terpancar keluar pada tubuh sehingga tubuh mengalami terang
  11. Bukti mengasihi Allah yang segenap batin dan kekuatan itu adalah mengasihi orang-orang disekeliling kita.
  12. Mengasihi orang-orang disekitar harus didahului mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendiri adalah orang paling dekat
  13. Mengasihi diri sendiri kemudian orang lain adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan dan seimbang
  14. Kedua perintah di atas adalah inti atau fondasi dari perintah-perintah yang lain
  • Outline Konsep Teologis
  1. ide utama = mengenal dan mengasihi Allah
  2. ide-ide pedukung
  3. mengenal dan mengasihi Allah adalah perintah pertama
  4. perintah pertama menjadi dasar mengerjakan perintah selanjutnya
  5. mengenal Allah yang Esa
  6. mengasihi Allah yang Esa dari segenap hati dan tubuh

Fokus Pada Ekternal Teks (Christ-centered & Ecclesial)

  • Semantic Kontent

Interaksi dengan teks-teks lain dan buku-buku seperti Church Father dan lain sebagainya yang mendukung.

  • Perintah manakah yang paling utama? Mengenal dan mengasihi Allah yang Esa adalah perintah pertama

ini adalah pengakuan Yesus tentang keesaan Allah atau Tauhid dan merupakan perintah atau hukum yang paling utama. Tauhid adalah hukum paling utama sehingga menjadi fondasi dari semua ajaran dan dogma. dalam kekristenan. Itu sebabnya dalam pengakuan iman Nikea di mulai dengan “Aku percaya pada satu Allah”.

            Kata Allah atau Tuhan sendiri secara antologis memang harus satu karena melekat pada sifat atau atribut-Nya yang Maha itu. Allah tak ada persamaan dalam sifat-sifat-Nya. Allah itu unik dan terpisah dari makhluk-Nya. Jika Dia mempunyai sifat sama dengan lainnya berarti Dia bukan unik dan bukan Esa lagi. Itulah sebabnya bagi Allah semua ilah yang disembah manusia itu tak mempunyai sifat ilahi sedikit pun namun malah hanya sekedar gambaran yang rusak tentang keilahian yang dibuat makhluk sendiri. Allah itu tidak dapat diserupakan oleh apapaun dalam segala sifat-sifatNya (Yesaya 45:5-6). Allah itu tidak sama dengan manusia namun hanyalah gambar manusia yang sama dengan Allah tetapi rupa masih belum sama, itulah yang terus dikerjakan manusia untuk mencapai rupa Allah. Pengakuan atau syahadat Yahudi sehingga Yesus mengatakan, “Dengarlah, hai orang Israel.” Syahadat Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus datang bukan untuk menyingkirkan Taurat dan ajaran para nabi namun untuk meneguhkan dan menegaskannya. Dengan demikian pengakuan akan Tauhid ini merupakan ajaran pokok atau “Hukum yang terutama” menurut Yesus Kristus baik dalam Taurat dan kitab para nabi ataupun dalam ajaran Yesus Kristus (Isa Almasih) sendiri (lihat Ulangan 6:4, Yesaya 45:5-6; Matius 4:10; Yohanes 17:3; Roma 3:10; 1 Korintus 8:4,6; Galatia 3:20; Efesus 4:6; 1 Timotius 2:5; Yakobus 2:10; Yudas 25). Ayat-ayat ini menegaskan bahwa syahadat orang Kristen adalah Tauhid atau keesaan Allah. Dalam surat Yakobus 2:19, setan-setan pun percaya bahwa Allah itu esa tapi mereka tidak diselamatkan karena mereka tidak meng-esa-kan Allah dalam sikap hidup mereka. Sebab itu, iman akan Tauhid disertai dengan sikap hidup yang ditegaskan oleh Yesus di atas yakni mengasihi Allah yang esa itu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Setan ingin menghancurkan Allah dan tidak mengasihi Allah malahan ia ingin menduduki keesaan Allah.

            Mengasihi sama juga kita mengasihi Yesus yang adalah firmanNya yang berinkarnasi. Kerena Allah itu esa maka mengasihi Allah sama dengan kita mengasihi FirmanNya. Ketaatan pada perintah Yesus membuktikan kita mengasihi Yesus sehingga kita hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yohanes 14:21). Mengasihi Allah maka kita sama dengan mengasihi diri sendiri dan juga sesama. Ajaran Tauhid membuat kita mengerti bahwa Allah yang telah lebih dahulu mengasihi manusia dengan mengutus Yesus Kristus sebagai pendamaian bagi dosa-dosa manusia (1 Yohanes 4:10). Sehingga pengakuan kepada Allah yang Esa itu dan mengasihi Dia yang membawa kita mengasihi sesama merupakan respons atas kasih Allah kepada kita. Benarlah yang dikatakan oleh Rasul Yohanes bahwa kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).

  • Perintah Kedua: Mengasihi Diri Sendiri untuk Mengasihi Orang-orang Di sekitar

Mengasihi orang-orang di sekitar kita harus dimulai dari mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendirilah orang yang paling dekat itu. Mengasihi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita adalah mengasihi mereka yang tampak oleh mata kita seperti yang dituliskan oleh Rasul Yohanes bahwa kita tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak tampak oleh mata kita jikalau kita tidak mengasihi mereka yang tampak oleh kita. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yoh 4:20). Dan diri kita sendiri adalah yang paling tampak dan dekat pada kita setiap hari.

            Apa arti mengasihi orang lain? Menurut Rasul Yohanes harus ada bukti kasih. Ada 2 bukti mengasihi. Pertama, dia tidak membenci saudaranya (1 Yohanes 2:9). Apa arti membenci? Kalau kita lihat Rasul Yohanes memberikan contoh di 3:12 tentang Kain membunuh Habel. Membenci berarti mengorbankan orang lain supaya binasa untuk hidupnya sendiri. Kata kasih dikontraskan dengan kebencian. Hanya ada dua pilihan yaitu membenci atau mengasihi. Jika kita tidak mengasihi, maka kita pasti membenci. Kasih Kristus adalah mati di kayu salib hanya untuk mrenebus kita dari dosa. Mengasihi bukan hanya dibibir saja tetapi disertai dengan tindakan nyata.

            Kasih menjadi fondasi kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan lain. Mengapa? karena kasih adalah penggenapan dari hukum  taurat atau hukum yang kesepuluh. Mengasihi Allah dan manusia adalah ringkasan dari hukum Taurat yang telah digenapi oleh Yesus Kristus. Penggenapan yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak bisa dibayar dengan apapun juga. Kemudian Kristus memberikan perintah yang sama kepada kita. Dia telah mengasihi Allah dan manusia begitu juga kita harus mengasihi Allah dan sesama supaya kita menjadi sama seperti Kristus. Mengasihi Allah dan sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Sebab kita telah menaati perintah Kristus yaitu saling mengasihi. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.

Personal (Hati)

  • Ringkasan = Sintesis (menyimpulkan/menyusun kembali)

Mengapa kasih? Sebab kasih adalah kegenapan Hukum Taurat dan kasih itu adalah kasih Kristus. Oleh kasih Kristus Hukum Taurat telah digenapi dengan sempurna. Oleh kasih Kristus kita telah diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut. Sebab itu, dengan kasih Kristus kita taat sama seperti Kristus taat. Dengan kasih Kristus kita memancarkan terang kepada dunia yang gelap sama seperti Kristus menerangi dunia. Dengan kasih Kristus kita melakukan apa yang telah Kristus lakukan. Sehingga dengan kasih dalam ketaatan kita sedang menjadi serupa seperti Kristus.

  • Aplikasi
  • Terlebih dahulu kita harus mengenal siapa itu Allah karena tanpa mengenal Allah maka ia tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnya
  • Bukti mengasihi Kristus berarti kita mengasihi diri sendiri dan juga mengasihi orang lain
  • Dan kita harus menerapkan bukti kasih itu dengan mengasihi

Tugas tafsiran PB Roma/Filipi

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Tugas               : Ke-3

M.k                  : Sipnotik (Tafsiran PB Roma/Filipi)

Nilai                : 95

Iman +Perbuatan = Kasih

Iman pada dasarnya mati kalau tidak ada perbuatan yaitu kasih, ketekunan dan lain sebagainya. Ketika itu adalah buahnya Roh Kudus, maka ini adalah buah yang tidak bisa dilihat secara mata jasmani. Buah itu adalah kasih maka iman itu harus dilandasi dengan perbuatan itu. Misalnya buah itu dihasilkan dari pohon begitu juga dengan buah Roh maka itu dihasilkan dari pohon. Roh Kudus itu berasal dari Allah. Benih Roh Kudus berasal dari Allah dan inilah yang disebut dengan benih ilahi.

1 Yohanes 3:9 “ Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah”. Ada benih Roh dan benih itu berasal dari Allah dan dengan itu kita harus lahir dari Allah. Kalau kita lahir dari Allah maka kita mewarisi benih ilahi itu. Bagaimana lahir dari Allah? Lahir dari Allah maka ada benih lalu benih itu berakar, bertumbuh dan berbuah. Duah benih yang berbeda Lukas 1:34-25Maria bingung bagaimana saya bisa hamil maka malaikat berkata Roh Kudus yang akan turun keatasmu dan ia yang akan menaungi engkau. Yesus sendiri lahir dari Maria. Benih Roh Kuduslah yang dikaruniakan kepada Maria barulah lahir Yesus. Kita juga harus menyatu dengan Allah. Lahir dari Allah terlebih dahulu harus ada dua benih yang menyatu yaitu benih Allah dan benih manusia. Lahir dari Allah Yohanes 3:6 benih yang pertama yaitu air dan Roh yang kedua ini mesti menyatu menjadi benih ilahi.

Benih Roh dan benih air itu apa?

Roma 5:5 mencurahkan itu artinya memasukan sesuatu didalam hati kita. Roh kudus itu masuk kedalam rahimnya Maria. Roh Kudus itu memasukan kasih Allah. Hati adalah tempat roh kudus mencurahkan kasih Allah.

Kasih Allah itu isinya apa?

Ayatnya yang tunggal Yohanes 3:16 kasih Allah itu adalah Kristus yang diserahkan kepada dunia 1 Yohanes 4:9-10 kasih Allah itu, Allah mengutus Anaknya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita itulah yang dicurahkan Roh Kudus kedalam hati kita. 1Yohanes 3:16 kasih Allah itu isinya apa? isinya adalah nyawa Kristus sendiri, memang harus diutus dan disalib. Nyawanya Kristus itulah darah dan tubuh Kristus Yohanes 6:54 daging dan darah itu adalah nyawa Kristus. Itulah yang dikatakan Kristus supaya daging dan darah itu harus dimasukkan kedalam hati artinya dimakan dan diminum supaya masuk ke dalam hati dan menyatu dengan Yesus. Sama seperti benih laki-laki dan perempuan harus menyatu barulaha dapat melahirkan bayi tanpa penyatuan benih maka tidak  akan pernah berhasil.

Air

Air artinya pembabtisah menandakan telah menyatu dengan Kristus, disucikan oleh air lepas dari dosa. Maka dan minum itu artinya nyawa dan daging Yesus menyatu dengan Kristus dengan kematiannya, penguburannya dan kebangkitannya. Kematian, penguburan dan kebangkitannya itulah yang dikatakan nyawa Kristus Roma 7:4 supaya berbuah bagi Allah maka kita harus menjadi milik orang lain yaitu milik dia yang telah dibangkitkan dari antara orang mati. Misalnya dalam kehidupan kita maka kita harus menjadi milik seseorang dengan menikah sehingga menjadi suami/istri. Peristiwa baptisan dimana kita harus menyatu dengan Kristus.

Ringkasan

Lahir baru itu lahir dari air dan roh. Air itulah yang dimaksud baptisan, dilahirkan dengan Kristus dalam perkawinan. Kamu itu dikawinkan dengan sakarmen baptisan dimana kita dikawinkan dengan Kristus dimana kita dimanunggalkan dengan Kristus dan menjadi miliknya Kristus. Efesus 2:8 kamu diselamatkan oleh kasih karunia oleh anugerah dan iman. Iman dan anugerah menjadi satu lahir dari air dan roh. Air itu adalah roh dan anugerah itulah kasih Allah. Iman itu kasih karunia dari Allah.Benih iman itu mati Efesus 2:1 itu hanya bisa menjadi benih iman yang hidup ketika dipersatukan dengan kasih Allah. Yohanes 4:15 Yesus adalah anak Allah

1 Yohanes 5:1 Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Yesus adalah Kristus. Kita harus percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah bahwa bisa dipersatukan dengan Allah. Mengapa Yesus sebagai anak Allah dan Kristus itulah yang meyerahkan nyawanya mati dan bangkit dan sekaligus ia adalah anak Allah yang telah  mengalahkan kematian. Kalau Yesus manusia dia bisa mati tetapi tidak bangkit. Lahir dari Allah itu adalah pertemuan dengan air dan tubuh Kristus. Markus 16:16 siapa yang percaya akan dibaptis dan diselamatkan. Baptisan itulah dilandasi dengan iman dan perkawinan itu adalah perkawinan dengan Allah. 2 Petrus 1:16 Saksi mata itu melihat secara langsung, itulah Rasul maka itulah sebabnya kita mengimanin para Rasul. Yohanes 30:30 Yesus mengubah air menjadi anggur dan dari yang 5 roti dan 2 ikan orang 5000 orang dapat makan sehingga mereka menjadi kenyang. Supaya hati dipenuhi oleh Roh Kudus maka kita perlu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan

Benih

Yohanes 12:23-24à Benih supaya menjadi tumbuh maka membutuhkan supaya tumbuh dan menghasilkan buah. Kalau kita tidak mematikan keinginan kita Galatia 5:4 manyalibkan itu artinya mematikan supaya benih itu memiliki akar. Kolose 3:5 mematikan sifat-sifat daging kita, mamatikan itu artinya adalah proses pertobatan.

Pertobatan

            Pertobatan itu tidak boleh berhenti tetapi setiap hari atau terus menerus. Mematikan keinginan daging itu harus setiap hari maka iman dan perbuatan-perbuatan itu menghasilkan sesuatu. Usaha kita memanjat tangga itu adalah untuk menghasilkan kasih. Pertobatan itu melatih jiwa, hidup dalam kekudusan.

Iman + perbuatan-perbuatan=kasih 1 Yohanes 8:1-9,

Aplikasi

Jadi dari pelajaran diatas banyak hal yang saya dapatkan salah satunya bahwa kasih Allah yang telah kita terima harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Iman masih belum cuku tetapi harus ditambah dengan perbuatan sehingga membuahkan kasih kepada sesama atau buah-bauh Roh.

Tugas tafsiran PB Roma/Filipi

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Tugas               : Ke-2

M.k                  : Sipnotik (Tafsiran PB Roma/Filipi)

Nilai                : 95

Kognitif

Pengetahuan = catatanà pemahaman =olah data àAplikasi = penerapan dataàAnalisis = analisis dataàsistensis = teoriban ingatàevaluasi = data penilaian. Pada saat membaca Alkitab tujuan utama kita adalah menemukan Kristus atau pikiran kristus yang sama denga pikiran Allah.

Apa hubungannya dengan Alkitab? hubungannya sangatlah erat karena dari kita suci kita dapat menemukan pikiran Kristus tetapi bukan hanya dengan membaca saja tetapi melihat referensi lain yang mendukung sehingga benar-benar mendapatkan kebenaran.

  • Eklesia
  • Chris centerd
  • Apostolik Father

Tekstual = Asli, NKJV, TB. masuk level mana? Lukas 2: 22-24 dari pengetahuan maka sampai pada aplikasi. sekarang ketika hari pentahirannya menurut Musa menurut hukum Taurat

  1. Syntactic form = membaca terjemahan NKJV dan mencari arti yang sesungguhnya.
  2. Poin2 sintax
  3. Yesus dibawah oleh Maria dan Yusuf ke Yerusalem
  4. Yesus diserahkan kepada Tuhan
  5. Ia diserahkan pada saat pentahirannya menurut hukum Musa

Level pemahaman (olah data)

  • poin-poin semantik
  • Yesus hidup menurut hukum taurat

Yesus tidak melanggar hukum taurat Musa

  • Yesus sejak lahir adalah miliknya Allah (untuk Tuhan)
  • Pada usia 40 hari ia dibawa ke Yerusalem  untuk ditahirkan
  • Yesus pada usia 40 hari dipersembahkan kepada Allah (korban bakaran menurut Imamat)
  • Maria àditahirkan à korban penghapus dosa
  • Keluarga Yesus bukan dari keluarga yang kaya raya/miskin

Imamat 12:2-8 dalam ayat ini Maria dalam kondisi najis, itulah sebabnya Yesus disunat pada hari yang kedelapan. Ayat 4 setelah Yesus disunat maka 33 hari berikutnya ia ditahirkan artinya disucikan. Yesus dibawah ke Yerusalem pada usia 40 hari menurut data dari Imamat. Yesus harus hidup menurut hukum Taurat. Maria mempersembahkan korban bakaran 2 ekor burung merpati dan burung terkukur yaitu sebagai korban penghapus dosa untuk pentahirannya dan persembahan kepada Allah. Dari data2 maka hars bisa merangkum menjadi sebuah konsep teologis artinya mencari ide utama dan ide pendukungnya.

Ide utama

  • Yesus dipersembahkan kepada Allah
  • Hari pentahiran Yesus

Ide pendukung

  • sesuai hukum Taurat Musa / sesuai penggenapan hukum Taurat Musa
  • Yesus hidup sesuai hukum Taurat /hidup menurut perintah Allah

Yang Yesus langgar bukan hukum tetapi hari sabat.

  • Yesus adalah miliknya Allah

(Dari langkah-langkah diatas kita sudah mendapat konsep teologis) inti dari atas adalah pentahiran Yesus. Nama dari atas adalah fokus pada teks. Memahami teks dengan sungguh-sungguh, teliti, jangan menafsir sendiri perlu untuk melihat konteks yang dapat memberi kebenaran seperti membaca buku-buku bapak gereja.

Christ Centerd

  • fokus pada teks
  • teks syntactic form,
  • terjemahan
  • poin2 syntaks
  • semantic

focus diluar teks (semantic conteks)

  • interaksi dengan teks2 lain

Ecclesial

  • interaksi dengan bapa2 gereja = Analisis

Personal

  • hati
  • ringkasan = sintesa
  • konsep

Obedience

  • ketaatan
  • Aplikasi

Aplikasinya dalam kehidupan kita apa? cerita Yesus dalam pentahirannya yaitu kita harus taat kepada Allah dalam perbuatan sehari-hari. Keselamatan bukan secara instan tetpi ada proses yang harus diihadapi. Meninggalkan dosa dan hidup bersam Allah karena hidup kita adalah milik Allah dan kita patut dan taat kepadanya. Markus 12:29-20 kita harus memahami bahwa Allah itu adalah Allah yang Esa. Mengasihi Allah dengan tindakan dalam akal budi dan perbuatan. mengasihi Allah harus lahir dari dalam hati dengan sungguh-sungguh. Dan obedience dengan kekuatan.

            Dari pelajaran diatas sangat penting sekali, karena mengajarkan bagaimana menemukan pikiran Allah yang sesungguhnya sehingga tidak menyesatkan banyak orang.

Tugas Dogmatika 3

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Dosen              : Hendi Wijaya Ss.

M.K                 : Dokmatika 3

Tugas               : Ke-2

Nilai                : 95

Keselamatan

  1. Mencari data (Knowgedle)

3 bentu keselamatan yaitu :

  • Sudah diselamatka
  • Sedang diselamatkan
  • Akan diselamatkan

Sudah diselamatkan berarti hidup kudus dan tidak hidup dalam dosa kerena sudah menerima kasih karunia.

  1. Keselamatan itu = sudah, sedang dan akan datangè keselamatan itu utuh/ komprehensif
  2. Sudah diselamatkan berarti diselamatkan dari dosa dan kematian melalui baptisan èpelepasan dari dosa/ kematian melalui karya Kristus di selamatkan. Yaitu kematian dan kebangkitan Kristus dan dibaptiskan dalam karya Kristus itu.
  3. Sedang diselamatkan berarti perjalanan dan pertumbuhan rohani di dalam Kristus dan roh kudus, pengudusan/pemurnian è Semakin dewasa dalam kerohanian, perjuangan usaha, dijalan, ditumbuhkan , pertandingan. Perjuangan dengan Kristus dan roh kudus
  4. Akan diselamatkan berarti kemuliaan di dalam Kristus, pemulihan/pengilahian (Kolose 3:4, 1 Yoh 3:2)è  mendewasakan kerohanian

Keselamatan itu diselamatkan dari dosa, kematian karena ia bangkit kembali dan memberikan kehidupan bagi seluruh manusia. Tanpa kasih Allah maka tidak aka nada terang yang menaugi kita atau tidak ada synergy maka yang ada adalah kegelapan.

  • Comprehension (poin-poin semantic)
  • keselamatan itu utuh/ komprehensif
  • pelepasan dari dosa/ kematian melalui karya Kristus di selamatkan. Yaitu kematian dan kebangkitan Kristus dan dibaptiskan dalam karya Kristus itu.
  • perjuangan, usaha, dijalan, ditumbuhkan, pertandingan. Sinergy dengan Kristus dan roh kudus
  • Keselamatan itu, theosis, serupa dengan Kristus. Hidup kekal bersama Kristus dan berjaga-jaga
  • Aplikasi (Obedience) penerapan data
  • Keselamatan itu sampai akan datang artinya sampai akhir hidup kita

Mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar

  • jaga kekudusan Nepsis, doa, puasa dan baca Alkitab dll
  • keselamatan itu membangkitkan /mengupayakan buah dengan cara bersinergi dengan Kristus atau Allah.
  • Keselamatanà wujud akhirnya, upah, kemuliaan, Theosis, hidup kekal

Aplikasi

Melatih jiwani dan badani. Pemurnian itu adalah makin hidup suci. Keselamatan terus dikerjakan dengan takut dan gentar. Serta membuktikan kasih kita kepada Tuhan dengan berbuat baik kepada sesama karena perbuatan kita sangat penting karena perbuatan tanpa imana maka akan mati. Siapa lagi yang menghidupi iman kita kalau bukan diri sendiri, itulah sebabnya sangat perlu yang namanya iman dan perbuatan.